SOPPENG.THEHEADLINE.ID---Sebuah pertanyaan besar menggantung di udara.
Di saat warga membutuhkan uluran tangan dan perhatian, kemana peran wakil rakyat dan pemerintah seharusnya hadir.
Hal inilah yang menjadi sorotan tajam terkait nasib Jumardi, warga Dusun Kabaro, Desa Labokong, yang hingga kini masih hidup dalam kegelapan meski sudah memiliki rumah baru.
Kisah Jumardi yang seorang petani ini sangat menyayat hati.
Ia hanya ingin hidup bahagia bersama istri dan anak-anaknya, menikmati penerangan yang layak di rumah sederhananya.
Namun, harapan itu pupus lantaran permohonan pemasangan listrik atau kWh meter ditolak mentah-mentah dengan alasan daya di daerah tersebut dinilai rendah.
Yang membuat prihatin, Jumardi dan keluarga bukan meminta gratisan.
Ia siap membayar iuran dan biaya pemasangan sesuai ketentuan yang berlaku, layaknya warga lainnya.
Ia hanya ingin diperlakukan sama, memiliki hak yang sama untuk menikmati fasilitas negara.
"Mereka ingin memiliki kWh seperti tetangga lainnya, dan ia siap untuk membayar, bukan yang diperuntukkan gratis," tegas narasi yang menyuarakan hati warga.
Alasan Tanpa Solusi, Terkesan Membedakan
Penolakan dengan alasan teknis tanpa disertai solusi yang jelas justru menimbulkan kesan buruk.
Hal ini terasa seperti diskriminasi, seolah-olah hak warga tertentu dibatasi sementara yang lain bisa menikmatinya.
Padahal, listrik adalah kebutuhan dasar yang seharusnya dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.
"Alasan tanpa solusi yang tepat itu mencerminkan membeda-bedakan dengan yang lainnya. Wakil rakyat dan pemerintah yang seharusnya hadir, namun hingga saat ini keluarga Jumardi belum mendapatkan kepastian," tambahnya.
LSM: Turun ke Lapangan, Jangan Cuma di Meja Kerja
Menanggapi hal ini, pihak LSM LPKN, Alfret menyayangkan sikap yang hanya mengandalkan alasan teknis tanpa adanya tindak lanjut nyata.
Menurutnya, mengatakan daya rendah bukanlah solusi, melainkan pembenaran untuk tidak bekerja.
"Bukan solusi yang tepat. Yang harus dilakukan adalah turun ke lapangan, memantau kondisi riil, dan berusaha keras agar mereka benar-benar bisa memanfaatkan fasilitas PLN," cetus Alfret, Selasa (5/5/2026).
Ia menegaskan, tugas pihak berwenang bukan hanya menolak, melainkan mencari jalan keluar agar hak rakyat terpenuhi.
Hingga saat ini, keluarga Jumardi masih menanti, apakah akan terus hidup dalam gelap, atau akhirnya ada yang peduli dan membawa terang bagi mereka.
Penulis: Cc@ye


