SOPPENG.THEHEADLINE.ID---Di sudut Warkop Camidu Watansoppeng, Kamis (27/8/2026), terlihat sosok yang tak asing bagi masyarakat Soppeng.
H. Andi Kaswadi Razak, yang akrab disapa Pun Dulli, duduk tenang ditemani secangkir kopi hitam.
Sederhana, sendirian, dan tetap menjadi dirinya sendiri persis seperti yang selalu dikenang warga.
Meski pernah memimpin Kabupaten Soppeng selama dua periode sebagai Bupati, Pun Dulli tak pernah berubah.
Ia tetap ramah, tetap santun, dan tetap gemar bercengkrama dengan siapa saja tanpa membedakan pangkat, jabatan, maupun latar belakang.
Kesederhanaannya menjadi bukti bahwa kebesaran hati tak diukur dari kemewahan, melainkan dari kerendahan hati yang tak pernah lupa pada asalnya.
"Seperti biasa saja, tidak pernah berubah. Beliau tetap bercengkrama dengan siapa saja, sama seperti dulu," ujar salah satu penikmat kopi di Warkop Camidu.
Kopi hitam yang menjadi selera tetapnya menjadi saksi kesetiaan Pun Dulli kepada Soppeng.
Meski telah selesai menjabat, pikiran dan perhatiannya tak pernah berhenti untuk daerah yang dicintainya itu.
Secangkir kopi di tangan bukan sekadar minuman, melainkan simbol semangat yang terus menyala, berpikir, berjuang, dan berharap agar Soppeng senantiasa maju dan sejahtera.
Kesederhanaan Pun Dulli mengajarkan kita satu hal berharga, jabatan bisa berakhir, tetapi pengabdian dan kasih sayang kepada daerah dan rakyatnya tidak pernah berhenti.
Tetap rendah hati, tetap dekat dengan rakyat, itulah kebesaran jiwa yang patut dicontoh.
Penulis: Cc@ye










