Singkerru Ininnawa Lipu Dimengede" -Semangat Persatuan Antar Daerah Terus Bergema
WAJO.THEHEADLINE.ID----Pemerintah Kabupaten Wajo melalui Bupati Andi Rosman dan Wakil Bupati dr. Baso Rahmanuddin, mengucapkan selamat sebesar-besarnya pada momen Hari Jadi Luwu ke-758 Tahun dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80 Tahun 2026.
Dengan semboyan lokal "Singkerru Ininnawa Lipu Dimengede" yang bermakna "Bersama-sama Membangun Tanah Air yang Lebih Besar", kedua pemimpin daerah ini mengungkapkan rasa penghormatan dan dukungan penuh terhadap perjuangan serta perkembangan Kabupaten Luwu.
Hari Jadi Luwu diperingati setiap 21 Januari, menandai berdirinya kerajaan Luwu pada tahun 1268, yang menjadi salah satu kerajaan kuno terkemuka di Sulawesi Selatan dengan warisan budaya dan sejarah yang kaya.
Sementara itu, Hari Perlawanan Rakyat Luwu pada 23 Januari mengingatkan pada peristiwa heroik tahun 1946, di mana rakyat Luwu bawah kepemimpinan Datu Luwu Andi Djemma menunjukkan kesetiaan yang tak tergoyahkan terhadap Republik Indonesia dengan menentang penjajahan Belanda, bahkan setelah sebelumnya telah menyatakan diri masuk dalam wilayah NKRI dan turut memprakarsai Deklarasi Jongaya pada 15 Oktober 1945.
Bupati Andi Rosman menyatakan bahwa hubungan antara Kabupaten Wajo dan Luwu memiliki akar sejarah yang dalam.
Bahkan pada masa pemerintahan Hindia Belanda, sebagian wilayah Luwu seperti distrik Pitumpanua pernah menjadi bagian dari kekuasaan Wajo, yang menjadi bukti kedekatan yang terjalin sejak lama.
"Kita memiliki hubungan yang erat tidak hanya dari sisi geografis, tetapi juga budaya dan sejarah. Semangat perlawanan rakyat Luwu menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan dan keutuhan bangsa," ucapnya.
Wakil Bupati dr. Baso Rahmanuddin menambahkan bahwa semboyan "Singkerru Ininnawa Lipu Dimengede" menjadi pijakan penting dalam kerja sama antar daerah.
"Kita berkomitmen untuk terus bekerja sama dalam berbagai sektor, mulai dari pembangunan ekonomi, pelestarian budaya, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan bersatu, kita dapat menciptakan kemajuan yang lebih besar bagi seluruh rakyat Sulawesi Selatan," jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Luwu sendiri telah menyelenggarakan rangkaian perayaan dari tanggal 19 hingga 24 Januari 2026 di berbagai lokasi, antara lain Lang Kanae Keda Tuan Luwu, Kota Palopo, dan Kabupaten Luwu.
Kegiatan tersebut meliputi prosesi adat, ziarah makam raja, seminar nasional, pameran UMKM, hingga malam puncak dengan penganugerahan Anugerah Budaya Luwu 2026, yang diharapkan dapat memperkuat identitas budaya dan semangat persatuan masyarakat.
Penulis: Cc@ye