SOPPENG.THEHEADiNE.ID---Kebahagiaan menyambut hunian baru seharusnya menjadi momen yang paling dinanti.
Namun, hal berbeda justru dirasakan Jumardi, warga Dusun Kabaro, Desa Labokong, Kecamatan Donri-Donri.
Meski telah berhasil membangun rumah sederhana untuk tempat tinggal bersama istri dan anak-anaknya, impian itu belum sepenuhnya terasa manis.
Pasalnya, satu fasilitas dasar yang sangat dibutuhkan, yakni aliran listrik PLN, hingga kini belum bisa dinikmatinya.
"Saya membangun sebuah rumah yang sangat sederhana di perkampungan Kabaro, Desa Labokong. Akan tetapi, impian memiliki kWh berbuah kecewa lantaran alasan daya rendah," ujar Jumardi dengan nada sedih, Selasa (5/5/2026).
Keinginannya untuk menikmati penerangan yang layak seolah terganjal oleh kendala teknis yang belum kunjung menemukan solusi.
Padahal, listrik adalah kebutuhan primer untuk kenyamanan dan keamanan keluarga, terutama di malam hari.
Ironisnya, rencana keluarga ini untuk menempati atau "menaiki" rumah baru sudah ditetapkan pada besok, Rabu (6/5/2026).
Sementara itu, kondisi saat ini membuat mereka harus bersiap menghadapi malam yang gelap.
"Kami berencana menempati rumah baru besok, tapi kami khawatir harus 'kwartir' (bermalam) dalam kegelapan," keluhnya.
Melihat kondisi tersebut, Jumardi kembali menyampaikan harapan besar kepada pemerintah daerah.
Ia memohon agar ada perhatian khusus dan solusi nyata, sehingga keluarganya bisa hidup tenang, layak, dan menikmati fasilitas jaringan listrik seperti warga lainnya.
"Kami hanya ingin hidup tenang bersama keluarga dengan penerangan yang layak. Semoga pemerintah hadir dan memberikan solusi," pinta Jumardi.
Penulis: Cc@ye


