SOPPENG.THEHEADLINE.ID---Guyuran hujan dan cuaca yang mendung sama sekali tidak memadamkan semangat dan antusiasme masyarakat yang ingin berlibur.
Sehari pasca perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Taman Wisata Alam (TWA) Lejja, destinasi andalan Kabupaten Soppeng, kembali menjadi pusat keramaian.
Meski jalanan basah dan langit tampak kelabu, ribuan pengunjung tetap berbondong-bondong datang, menikmati kehangatan air panas alami yang terkenal berkhasiat itu.
Berbeda dengan tempat wisata lain yang mungkin sepi saat cuaca kurang bersahabat, Lejja justru menampakkan wajah yang berbeda.
Kawasan pemandian ini tetap dipadati ribuan pengunjung yang datang dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga besar, anak-anak, pemuda, hingga wisatawan yang datang dari luar daerah.
Ada satu keyakinan yang tumbuh di antara mereka: “Semakin hujan, semakin nikmat rasanya berendam di air panas Lejja.”
Pemandangan yang menyentuh hati dan penuh kebersamaan tampak jelas di setiap sudut kolam.
Pengunjung terlihat asyik berendam sambil tertawa riang, seolah kehadiran air hujan yang membasahi tubuh justru menjadi pelengkap kenikmatan tersendiri.
Pertemuan antara dinginnya udara dan air hujan dengan kehangatan sumber mata air alami bersuhu 40 hingga 60 derajat Celcius, menciptakan sensasi istimewa yang tidak bisa didapatkan di tempat lain.
Di sinilah keajaiban Lejja berada, tempat di mana alam memberikan kenyamanan yang menenangkan jiwa dan raga, apa pun kondisinya.
Salah satu pengunjung, Hana, mengaku sempat ragu berangkat saat melihat langit mendung dari rumah.
Namun, niat untuk melepas penat dan berkumpul bersama keluarga lebih kuat dari sekadar cuaca.
Baginya, berendam di Lejja saat hujan turun adalah momen yang paling ditunggu dan memiliki rasa tersendiri.
“Sudah direncanakan mau berlibur ke sini, meski hujan tetap kami berangkat. Justru rasanya sangat enak sekali. Kalau datang saat panas terik kadang malah kepanasan, tapi kalau hujan begini, begitu masuk ke air panas rasanya sangat nyaman, segar, dan damai. Tidak menyesal datang sama sekali, malah rasanya makin nikmat dan puas,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh sekelompok pemuda yang datang dari luar daerah.
Mereka sudah lama menantikan momen libur hari raya untuk mengunjungi pesona Lejja.
Bagi mereka, hujan bukan penghalang, melainkan tambahan keindahan yang membuat suasana kebersamaan semakin berkesan.
“Kami sudah lama ingin ke sini, dan ternyata hujan justru membuat suasananya jadi lebih sejuk dan asri. Kehangatan airnya terasa lebih menembus ke tulang saat cuaca dingin begini. Ini pengalaman yang luar biasa," Imbuhnya.
Keistimewaan TWA Lejja memang terletak pada karakteristik alamnya yang unik.
Air panas belerang alami ini justru semakin dicari dan dirasakan manfaatnya saat suhu udara turun.
Hal ini membuktikan bahwa Lejja memiliki daya tarik yang tak tertandingi; sebuah tempat yang nyaman dan indah dikunjungi kapan saja, baik saat matahari bersinar cerah maupun saat langit meneteskan rahmat hujan.
Keberadaan Lejja kembali membuktikan diri sebagai destinasi wisata yang istimewa dan tak tergantikan bagi masyarakat Soppeng dan sekitarnya. Bagi banyak orang, Lejja bukan sekadar tempat rekreasi biasa.
Ia adalah tempat beristirahat, menenangkan diri, dan memulihkan semangat. Sebuah bukti nyata bahwa keindahan dan kenyamanan sejati tidak akan terhalang oleh apa pun termasuk guyuran hujan sekalipun.
Penulis: Cc@ye


