WAJO.THEHEADLINE.ID---Rasa duka mendalam menyelimuti masyarakat Kabupaten Wajo menyusul peristiwa tenggelamnya dua orang bocah di aliran Sungai Walanae, Kecamatan Tempe.
Wakil Bupati Wajo, dr Baso Rahmanuddin, langsung turun ke lokasi kejadian, Jumat (29/5/2026) untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga korban dan masyarakat setempat.
Dalam kunjungannya yang penuh keprihatinan itu, dr Baso Rahmanuddin yang akrab disapa DBR menyampaikan rasa duka cita yang mendalam mewakili seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Wajo dan seluruh elemen masyarakat.
Ia hadir bukan hanya sebagai pemimpin daerah, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar Wajo yang turut merasakan kehilangan mendalam ini.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Wajo dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan duka yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa dua anak kita ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan kesabaran yang luar biasa dalam menghadapi ujian berat ini," ujar dr Baso.
Ia menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi adalah wujud nyata tanggung jawab pemerintah daerah untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama di saat-saat sulit dan penuh musibah.
Kehadiran ini juga menjadi bentuk perhatian agar masyarakat merasa didampingi dan tidak sendirian dalam menghadapi situasi yang memilukan.
Menanggapi peristiwa ini, dr Baso juga menyampaikan imbauan yang sangat mendesak dan penting kepada seluruh warga Kabupaten Wajo.
Ia mengingatkan kembali akan pentingnya kewaspadaan dan pengawasan ketat, khususnya bagi para orang tua, terhadap aktivitas anak-anak di sekitar aliran sungai.
Mengingat karakteristik Sungai Walanae yang memiliki arus dan kedalaman berubah-ubah, ia meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati.
"Kami mengimbau seluruh warga agar mengurangi aktivitas yang tidak mendesak atau tidak penting di sekitar wilayah aliran Sungai Walanae maupun sungai-sungai lainnya. Dan yang paling utama, kami minta kepada seluruh orang tua untuk selalu mengawasi, menjaga, dan mengarahkan anak-anak kita. Jangan biarkan mereka bermain atau mendekat ke daerah rawan tanpa pendampingan, agar kejadian yang sangat menyedihkan seperti ini tidak terulang kembali menimpa anak-anak kita yang lain," pesannya.
Sebagaimana diketahui, peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis (28/5/2026) siang.
Kedua bocah tersebut dilaporkan hilang setelah bermain di pinggir sungai, dan setelah dilakukan pencarian intensif, keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Keberhasilan penemuan jenazah kedua korban tidak lepas dari kerja keras luar biasa dan sinergi kuat dari Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) Gabungan.
Tim yang dikerahkan terdiri dari BPBD Kabupaten Wajo, BASARNAS Bone, SAR Brimob Bone, jajaran TNI dan POLRI, DAMKAR Wajo, TAGANA, PMI Wajo, SAR Prima, Pramuka Peduli, MPBI, PSPB, serta dukungan penuh dari warga masyarakat setempat yang bahu-membahu membantu proses pencarian.
Melihat kebersamaan dan dedikasi yang ditunjukkan seluruh elemen tersebut, dr Baso Rahmanuddin menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya.
Baginya, semangat gotong royong dan kepedulian yang ditunjukkan adalah bukti nyata kemanusiaan yang luhur di Bumi Tanra Tellu.
"Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, lembaga, relawan, dan warga yang telah terlibat langsung. Kerja keras, ketulusan, dan dedikasi yang kalian berikan ini sangat berharga. Semoga setiap tetes keringat, usaha, dan kebaikan yang telah dilakukan ini dicatat oleh Allah SWT sebagai amal ibadah yang mulia dan bernilai pahala yang besar bagi kita semua," tandas dr Baso Rahmanuddin.
Penulis: Cc@ye


