SOPPENG.THEHEADLINE.ID---Di antara deretan warung kopi sederhana di kawasan Cabenge, Kecamatan Lilirilau, suasana akrab dan hangat sering terlihat.
Di salah satu sudutnya, seorang pria paruh baya tampak duduk bersila, ditemani secangkir kopi, bercengkrama lepas dengan sejumlah awak media dan tokoh masyarakat.
Ia adalah Buhari atau yang lebih akrab disapa Buhe Kepala Desa Abbanuange, yang dikenal memiliki kedekatan istimewa dengan insan pers dan berbagai elemen masyarakat.
Kedekatan Buhe dengan dunia pers memang tidak diragukan lagi.
Bagi dia, warung kopi bukan sekadar tempat melepas dahaga atau mengisi perut.
Di sinilah sering terjalin diskusi yang hangat, penuh canda, namun tetap sarat makna.
Topik yang dibahas tidak lepas dari perkembangan desa, mulai dari masalah yang dihadapi, potensi yang bisa dikembangkan, hingga gagasan-gagasan segar demi kemajuan bersama.
“Bagi saya, kebersamaan seperti ini adalah panggung yang berharga. Di sini kita bisa saling bertukar pikiran, menyampaikan apa yang ada di hati, dan bersama-sama merancang langkah agar Desa Abbanuange menjadi lebih baik dan sejahtera,” ungkap Buhe saat ditemui di salah satu warung kopi Cabenge, Rabu (10/6/2026).
Nama Buhe sudah dikenal lama di lingkungannya.
Sebelum dipercaya memegang tampuk kepemimpinan sebagai Kepala Desa Abbanuange, ia sudah dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul, suka mendengar, dan selalu hadir di tengah masyarakat.
Berdomisili di Dusun Peppae, ia tidak pernah membatasi diri hanya di kantor desa. Di mana pun ada urusan yang berkaitan dengan kepentingan warga dan perkembangan desa, di situlah ia bisa ditemukan.
Bagi insan pers, kehadiran Buhe sangat berharga. Ia tidak menutup diri, justru terbuka menerima masukan, kritik, dan pandangan dari luar.
Diskusi santai di warung kopi sering kali menjadi sumber informasi sekaligus tempat melahirkan ide-ide pembangunan yang kemudian diwujudkan di lapangan.
“Cara pandangnya yang terbuka membuat kami merasa nyaman. Ia tidak merasa paling tahu, justru senang mendengar pandangan orang lain. Itulah yang membuat hubungan kami terjalin baik selama ini,” ujar salah satu awak media.
Buhe meyakini bahwa membangun desa tidak bisa dilakukan sendirian.
Diperlukan sinergi antara pemerintah desa, warga, dan berbagai pihak termasuk pers yang berperan sebagai jembatan informasi dan pengawasan sosial.
Melalui keakraban yang terjalin, ia berharap tidak ada masalah yang terpendam, dan setiap langkah pembangunan dapat berjalan dengan transparan serta mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat.
Di tengah hiruk-pikuk tugas sebagai kepala desa, Buhe tetap menjaga tradisi bertemu dan berkomunikasi secara santai.
Baginya, warung kopi adalah cermin kehidupan masyarakat. Di sanalah denyut nadi desa terasa, dan di sanalah semangat kebersamaan terus dipupuk demi mewujudkan Desa Abbanuange yang lebih maju, mandiri, dan dicintai warganya.
Penulis: Cc@ye


