Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Iklan

Hidupkan Kembali Jantung Ekonomi Kota:; Pemkab Soppeng Benahi Pusper Agar Menjadi Rumah Baru Kemajuan UMKM

Minggu, 07 Juni 2026 | Juni 07, 2026 WIB | Last Updated 2026-06-08T04:08:19Z
SOPPENG.THEHEADLINE.ID---Pusat Pertokoan Soppeng (Pusper) di Jalan Kalino, yang dulunya menjadi denyut nadi perdagangan dan pertemuan warga, kini bersiap menyongsong wajah baru yang lebih segar, tertata, dan bernyawa. 

Pemerintah Kabupaten Soppeng resmi merencanakan penataan ulang menyeluruh kawasan strategis ini, langkah besar untuk mengembalikan kejayaan Pusper sebagai pusat ekonomi yang hidup dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
 
Niat mulia ini disampaikan langsung oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, saat berdiskusi akrab dan santai bersama berbagai elemen masyarakat di tengah suasana hangat salah satu warung kopi di Kota Soppeng, Senin (8/6/2026). 

Perbincangan yang mengalir penuh harapan itu menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tidak membiarkan aset milik warga ini terpuruk dalam keadaannya yang selama beberapa tahun terakhir terasa sepi pengunjung serta pengelolaan yang dinilai belum rapi.
 
“Seluruh aset yang dimiliki daerah adalah titipan dan milik bersama rakyat. Tidak boleh ada yang terbuang percuma atau hanya dinikmati segelintir pihak saja. Pusat Pertokoan Soppeng harus dikembalikan fungsinya sebagai tempat yang memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat luas,” tegas Suwardi Haseng 
 
Sebagai langkah awal yang tegas dan berkeadilan, Bupati telah memberikan instruksi resmi kepada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) untuk melakukan pendataan ulang secara rinci terhadap setiap los dan ruang usaha yang ada di dalam kompleks Pusper. 

Fokus utama pendataan ini adalah memastikan transparansi dan keadilan akses.
 
Suwardi menegaskan dengan lugas bahwa praktik monopoli atau penguasaan ruang usaha oleh pihak tertentu yang hanya menimbun tempat tanpa memanfaatkannya demi aktivitas ekonomi produktif, harus dihapuskan sepenuhnya. 

Prinsipnya sederhana: ruang usaha harus dikelola oleh mereka yang benar-benar bekerja dan berjuang mencari nafkah di sana.
 
“Tidak boleh ada lagi los yang dikunci mati atau dikuasai namun kosong melompong sementara banyak pelaku usaha, pedagang kecil, dan pelaku UMKM yang membutuhkan tempat layak untuk berkembang. Jika ada yang tidak digunakan, maka wajib kami alihkan kepada mereka yang bersungguh-sungguh ingin berusaha dan membangun perekonomian di sini. Kesempatan harus dibuka selebar-lebarnya bagi siapa saja yang mau bekerja keras,” ucap Bupati menegaskan aturan main yang baru.
 
Selain merapikan sisi administrasi dan kepemilikan, Pemkab Soppeng juga menyiapkan terobosan pembenahan fisik dan sarana prasarana. 

Salah satu rencana paling dinanti adalah pemanfaatan ulang lantai tiga Pusper yang selama ini dianggap belum berfungsi maksimal. 

Pemerintah bertekad mengubah ruang tersebut menjadi kawasan yang menarik, nyaman, dan memiliki ciri khas, sehingga mampu memikat warga untuk datang berbelanja, berkumpul, dan beraktivitas kembali.
 
“Kami membayangkan Pusper nantinya bukan sekadar bangunan toko, melainkan pusat aktivitas ekonomi dan kebanggaan warga Soppeng. Penataan sarana akan kami kerjakan serius agar suasananya nyaman, aman, dan menggugah minat pengunjung. Kami ingin melihat kembali keramaian yang dulu menjadi ciri khas tempat ini,” tambahnya.
 
Masyarakat pun menyambut rencana ini dengan antusiasme tinggi. Harapan besar tertuju pada langkah ini agar Pusper kelak menjadi rumah bagi tumbuhnya ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Kehadiran pusat pertokoan yang tertata indah dan ramai diharapkan mampu menopang perekonomian keluarga, memperluas lapangan kerja, serta mendongkrak perputaran uang di tengah kota.
 
Di akhir pernyataannya, Bupati Suwardi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu menjaga dan memajukan Pusper nantinya. 

“Ini aset kita semua. Mari kita bangkitkan semangat berdagang dan berinovasi. Saat Pusper hidup kembali, kemajuan Soppeng pun akan terasa semakin nyata di tangan kita sendiri,” pungkasnya.
 
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa ketika pemerintah dan masyarakat bergerak satu tujuan, bangunan yang tadinya diam dan sepi akan berubah menjadi sumber harapan dan kesejahteraan yang tak ternilai harganya.

Penulis: Cc@ye
×
Berita Terbaru Update