Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Iklan

Jaga Nilai Leluhur, Wajo Rantau di Kalimantan Timur Bersatu demi Kemajuan Bersama

Minggu, 07 Juni 2026 | Juni 07, 2026 WIB | Last Updated 2026-06-07T13:18:57Z
SAMARINDA.THEHEADLINE.ID----Semangat persaudaraan yang tak terputus oleh jarak kembali terasa hangat di GOR Segiri, Kota Samarinda, Sabtu (6/6/2026) malam. 

Ribuan masyarakat asal Wajo yang kini berdomisili di Kalimantan Timur berkumpul dalam satu tujuan: mengukuhkan dan melantik kepengurusan baru Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Wajo (BPW KKW) Provinsi Kalimantan Timur.
 
Momen bersejarah ini kian istimewa dengan kehadiran langsung Bupati Wajo, Andi Rosman, yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wajo, Fatmawati Amin. 

Kehadirannya  bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan wujud nyata dukungan pemerintah daerah terhadap eksistensi putra-putri Wajo yang merantau dan berkarya di tanah Kalimantan.
 
Suasana di lokasi acara terasa khidmat namun penuh kehangatan. 

Diiringi alunan seni dan budaya khas Sulawesi yang memukau, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai persaudaraan yang ditanamkan leluhur tetap tumbuh subur meski terpisah ribuan kilometer dari kampung halaman. 

Turut hadir dalam kesempatan ini para tokoh masyarakat, pengurus pusat Kerukunan Keluarga Wajo, jajaran pemerintah Kota Samarinda, perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta Sultan Kutai Kartanegara.
 
Dalam sambutannya yang menggetarkan hati, Bupati Andi Rosman memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KKW Kaltim yang senantiasa berdiri kokoh menjadi rumah kedua bagi seluruh warga Wajo di perantauan. 

Baginya, organisasi ini bukan sekadar wadah pertemuan, melainkan benteng pemersatu yang menjaga jati diri budaya Bugis Wajo tetap lestari.
 
“Semangat kebersamaan yang diwariskan para leluhur adalah kekayaan terbesar kita. Inilah modal sosial yang paling berharga untuk membangun masa depan, baik di tempat kita mencari nafkah maupun untuk kemajuan kampung halaman tercinta,” ungkap Andi Rosman.
 
Ia  kembali mengingatkan dan mengajak seluruh keluarga besar Wajo untuk terus hidup berdasarkan filosofi mulia rebba sipatokkong, mali siparappe, malilu sipakainge. 

Sebuah ajaran luhur yang bermakna saling menguatkan saat tegak berdiri, saling menegakkan saat terhuyung jatuh, dan saling mengingatkan di jalan kebaikan. 

Nilai inilah yang telah membimbing orang Wajo dikenal luas sebagai perantau yang pekerja keras, jujur, dan menjaga kehormatan di mana pun mereka berada.
 
“Kerukunan Keluarga Wajo memegang peran strategis menjaga persaudaraan dan budaya kita. Saya berharap pengurus yang baru saja dikukuhkan mampu menjadi jembatan kolaborasi yang kokoh. Jadilah mitra yang handal, berkontribusi memajukan Kalimantan Timur tempat kita tinggal sekarang, dan sekaligus turut berjuang memajukan Kabupaten Wajo,” pesan Andi Rosman.
 
Ketua BPW KKW Kaltim yang baru dilantik, dalam sambutannya menegaskan komitmen untuk mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya. 

Sinergi yang terjalin erat antara masyarakat Wajo rantau dengan pemerintah daerah di dua wilayah ini diharapkan, akan melahirkan gagasan dan karya nyata yang bermanfaat luas.
 
Wali Kota Samarinda serta Gubernur Kalimantan Timur pun turut memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran masyarakat Wajo yang telah ikut andil dalam memacu roda pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur selama bertahun-tahun. 

Keberadaan warga Wajo disebut sebagai aset berharga yang membawa semangat kerja keras dan budaya gotong royong ke tanah ini.
 
Di penghujung acara, harapan besar ditekankan kembali oleh Bupati Wajo. 

“Jadikan organisasi ini sebagai sarana berkontribusi terbaik. Berbaktilah bagi daerah tempat kita menumpahkan keringat, namun jangan pernah melupakan tanah kelahiran tempat kita dilahirkan. Mari buktikan bahwa keberhasilan perantau Wajo adalah kebanggaan yang membawa berkah bagi semua,” tandasnya.
 
Malam itu menjadi bukti nyata: bagi keluarga Wajo, jarak hanya angka, namun persaudaraan dan semangat memajukan bangsa selamanya terikat menjadi satu. 

Dari Samarinda, putra-putri Wajo kembali berjanji untuk membawa nama baik budaya dan daerahnya kian bersinar di manapun kaki melangkah.

Penulis: Cc@ye
×
Berita Terbaru Update