SOPPENG.THEHEADLINE.ID---Suasana di kawasan Taman Kalong, salah satu ikon kota Kabupaten Soppeng, kini berubah drastis.
Bila biasanya area ini dipenuhi keramaian pengunjung dan hiruk-pikuk pedagang kaki lima (PKL) yang menawarkan beragam dagangan.
Hal ini menyusul keputusan yang melarang para pedagang beroperasi kembali di lokasi tersebut, tanpa disertai kepastian tempat pengganti bagi mereka untuk mencari nafkah.
Para pedagang yang sudah cukup lama menggantungkan hidup mengelilingi taman kebanggaan warga Soppeng itu kini berada di persimpangan jalan.
Larangan berjualan sudah ditegakkan, namun rencana relokasi maupun kepastian kebijakan dari pihak pemerintah belum terdengar kabar jelasnya.
Akibatnya, nasib puluhan PKL kini tergantung begitu saja, ditanggung sendiri di tengah ketidaktahuan arah tujuan usaha mereka selanjutnya.
Dikonfimasi, Sabtu (6/6/2026), salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengaku kebingungan luar biasa.
Ia memahami niat baik pembenahan kawasan agar Taman Kalong tetap terawat dan menjadi kebanggaan masyarakat.
“Mereka bilang Taman Kalong ini harus dijaga, harus jadi ikon kebanggaan Soppeng. nani pergi kalonnge gare’ (hilang keindahannya). Kami mengerti keinginan itu, tapi kami juga manusia yang butuh makan,” ungkapnya dengan nada pasrah.
Menurut cerita pedagang tersebut, saat petugas meminta mereka untuk berhenti berdagang dan mengosongkan pinggiran taman, tidak ada penjelasan rinci ke mana mereka harus pindah.
Tidak ada penawaran lokasi alternatif yang strategis, juga belum ada sosialisasi mengenai kapan dan bagaimana aturan baru ini akan diberlakukan sepenuhnya.
Selama ini, keberadaan mereka diakui telah menjadi bagian dari warna hidup ekonomi warga di sekitar pusat kota.
“Sampai sekarang kami benar-benar tidak tahu apa keputusan akhirnya nanti. Di mana kami harus berjualan? Apakah akan disediakan tempat baru? Atau kami harus menutup lapak untuk selamanya? Belum ada kejelasan apa pun. Kami hanya disuruh pergi tanpa arah tujuannya. Yang jelas, penghasilan kami langsung terputus begitu," tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Dinas terkait maupun Pemerintah Kabupaten Soppeng mengenai rencana pengaturan ulang tata ruang kawasan Taman Kalong serta nasib jangka panjang para pedagang kecil ini.
Sementara itu, keramaian yang dulunya menjadi ciri khas taman ikonik ini perlahan memudar, menyisakan kekhawatiran mendalam dari para PKL yang berharap ada jalan tengah antara keindahan kota yang terjaga dan roda ekonomi rakyat kecil yang tetap berputar.
Penulis: Cc@ye


