SOPPENG.THEHEADLINE.ID---Nama H. Ismail, atau akrab disapa HIHC, sudah lama melekat erat dengan sejarah perkembangan sepak bola di Kabupaten Soppeng.
Pernah memegang kendali sebagai Ketua ASKAB PSSI Soppeng pada periode 2018–2022, kini meski telah meletakkan jabatan dan mundur dari jajaran pimpinan, cintanya pada olahraga kulit bundar itu tak pernah luntur.
Jelang bergulirnya Piala Dunia 2026, sosok yang masih dijuluki tokoh sepak bola kebanggaan warga Soppeng ini kembali bersuara dan menyampaikan pandangannya yang menginspirasi bagi para pecinta bola.
Ditemui Sabtu (6/6/2026) Penampilannya yang sederhana namun berwibawa seolah menjadi pengingat masa-masa emasnya saat membina bibit-bibit talenta muda tanah Bugis di bawah naungan PSSI Soppeng.
Di hadapan layar televisi yang kerap menjadi saksi keseriusannya mengamati setiap pertandingan, ia dengan tenang memaparkan alasan mengapa ia menempatkan Jerman dan Prancis sebagai dua tim paling diunggulkan untuk mengangkat trofi juara tahun ini.
“Bagi saya, sepak bola bukan sekadar pekerjaan yang dulu saya emban, melainkan hobi dan gairah yang hidup terus di dada. Meski sudah tidak lagi memegang jabatan, mata saya tetap terjaga mengamati perkembangannya dari waktu ke waktu,” ujar H. Ismail H.Cedang.
Menurut penilaian tajamnya, kedua negara tersebut memiliki sejarah panjang dan tradisi juara yang sulit disaingi bangsa lain di pentas internasional.
Jerman baginya adalah simbol disiplin tinggi, kekompakan tim yang kokoh, serta mental baja yang teruji di segala situasi pertandingan.
Tidak heran jika tim berjuluk Die Mannschaft itu selalu menjadi lawan yang ditakuti siapa saja.
Sementara itu, Prancis dinilainya memiliki keistimewaan lain: kedalaman skuad yang luar biasa kuat.
Ada perpaduan indah antara pemain muda berbakat yang penuh energi dan para pemain senior yang matang pengalaman, menjadikan tim ini memiliki banyak cara untuk memenangkan laga.
“Kualitas individu para pemainnya luar biasa, namun yang lebih penting adalah bagaimana mereka menyatu menjadi satu kesatuan tim. Pengalaman bertanding di level tertinggi itulah modal utama yang membuat Jerman dan Prancis selalu berpeluang besar melangkah sampai ke babak puncak,” Imbuh HI HC.
“Saya secara pribadi mengunggulkan tim Jerman dan Prancis sebagai favorit juara Piala Dunia tahun ini,” Ungkap mantan pemimpin sepak bola Soppeng itu.
Bagi masyarakat Soppeng, pandangan H. Ismail bukan sekadar prediksi biasa.
Ia dikenal sebagai sosok yang gigih memajukan olahraga daerah, mendukung pembinaan atlet muda, dan selalu mengedepankan nilai sportivitas kapan pun dan di mana pun.
Semangat itulah yang kini ia wariskan kembali lewat harapannya terhadap turnamen tahun ini.
Ia berdoa dan berharap seluruh pertandingan nanti berjalan adil, kompetitif, damai, serta menyajikan tontonan terbaik yang bisa mempersatukan jutaan penggemar bola di seluruh dunia termasuk warga Soppeng yang turut bernapas sama-sama dengan pertandingan tersebut.
H. Ismail membuktikan satu hal penting, dedikasi terhadap dunia olahraga tidak berakhir saat jabatan selesai, melainkan terus hidup sebagai bagian dari identitas diri.
Cinta pada sepak bola adalah ikatan abadi yang melampaui tugas dan waktu, menjadi inspirasi bahwa dukungan tulus dari hati akan selalu ada untuk memeriahkan setiap aksi indah di atas lapangan hijau.
Penulis: Cc@ye


