WAJO.THEHEADLINE.ID---Semangat saling berbagi pengalaman dan memperbaiki tata kelola pemerintahan semakin terjalin erat antar daerah.
Pemerintah Kabupaten Wajo menerima kunjungan kerja dari jajaran Pemerintah Kabupaten Barru dalam rangka studi tiru pengelolaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan atau yang lebih dikenal dengan sebutan CSR.
Kegiatan berlangsung hangat di Lounge Kantor Bupati Wajo, Jalan Rusa, Sengkang, Kamis (18/6/2026).
Rombongan dari Kabupaten Barru dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah, Andi Syarifuddin, S.IP., M.Si., didampingi Staf Ahli Bupati, Asisten II, Kepala Bapperida, serta pejabat terkait lainnya.
Kedatangan mereka disambut secara resmi oleh Sekretaris Daerah Wajo, Armayani, bersama jajaran pejabat utama daerah dan anggota DPRD setempat.
Kegiatan dibuka dengan pemaparan dari Bapperida Wajo yang menjelaskan secara rinci bagaimana sistem pengelolaan CSR diterapkan selama ini.
Sekda Barru dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan menegaskan alasan memilih Wajo sebagai tempat belajar.
“Kami memilih Wajo karena dinilai berhasil membangun sistem yang terstruktur melalui pembentukan Forum CSR yang berlandaskan Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2012. Sistem ini menjadi contoh baik bagaimana sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dapat dijalankan dengan tertib,” ujar Andi Syarifuddin.
Ia berharap ilmu dan pengalaman yang didapatkan dapat diterapkan di Barru agar program CSR tidak hanya berjalan, tetapi juga tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Sekda Wajo, Armayani, menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan bahwa pengelolaan CSR yang terarah merupakan kunci penting untuk mendukung keberhasilan pembangunan daerah.
“Ini adalah wujud nyata gotong royong antara pemerintah dan dunia usaha. Jika dikelola dengan baik, manfaatnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat,” ucapnya.
Materi teknis disampaikan oleh Tenaga Ahli Pemerintah Wajo, Andi Yudha Yunus, yang menjelaskan mulai dari dasar hukum, pembentukan forum, cara berkoordinasi dengan perusahaan, hingga menyelaraskan program CSR dengan prioritas pembangunan daerah.
“Kami berharap pertemuan ini tidak hanya berhenti pada studi tiru, tetapi melahirkan hubungan kerja sama yang terus terjalin. Tujuannya satu, mengoptimalkan peran CSR sebagai pendorong kemajuan daerah dan peningkatan taraf hidup masyarakat,” tutup Andi Yudha.
Kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan, saling berbagi pandangan, dan menjadi bukti bahwa kemajuan sebuah daerah dapat tercapai lebih cepat jika didasari semangat saling belajar dan bekerja sama.
Penulis: Cc@ye


