WAJO.THEHEADLINE.ID---Bupati Wajo, Andi Rosman, menunjukkan kepedulian nyata dan kehadiran langsung pemerintah di tengah masyarakat dengan meninjau lokasi tanah longsor di Desa Watampanua, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, pada Rabu (19/8/2026).
Kunjungan ini dilakukan tak lama setelah bencana terjadi, menjadi bukti bahwa respons cepat dan perhatian tulus adalah hal yang paling diharapkan warga saat menghadapi musibah.
Andi Rosman tak hanya sekadar berhenti di titik aman, tetapi turun langsung memantau kondisi akses jalan, lingkungan sekitar, serta material longsor yang menutup sebagian area pemukiman dan jalur penghubung warga.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP).
Di lokasi, ia menerima laporan langsung mengenai kondisi terkini dari pihak terkait maupun warga yang terdampak, mendengarkan keluh kesah dan harapan mereka dengan saksama.
"Paling utama adalah memastikan keselamatan masyarakat. Kita lihat langsung kondisi di lapangan dan segera koordinasikan langkah penanganannya agar dampak longsor ini tidak semakin meluas." tegas Andi Rosman.
Bupati menekankan pentingnya langkah cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam menangani dampak bencana, terutama jika hal itu berpotensi mengganggu aktivitas maupun keselamatan warga.
Ia meminta jajaran terkait segera melakukan pendataan dampak bencana dan mengambil langkah penanganan sesuai kondisi riil di lapangan, serta memperkuat koordinasi antarinstansi agar penanganan berjalan efektif dan efisien.
Tak hanya memerintahkan penanganan fisik, Andi Rosman juga mengingatkan warga Desa Watampanua dan sekitarnya untuk tetap waspada, khususnya jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang dapat meningkatkan risiko pergerakan tanah dan longsor susulan.
Peninjauan langsung ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Wajo untuk selalu hadir di tengah masyarakat di saat-saat sulit.
Andi Rosman menegaskan bahwa Pemkab Wajo, bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan unsur terkait, akan terus memantau perkembangan kondisi di lokasi serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meminimalkan risiko bagi warga.
Kehadiran pemimpin di tengah bencana bukan sekadar kunjungan melainkan harapan yang nyata, bahwa warga tidak sendirian dalam menghadapi musibah.
Semangat kebersamaan dan kepedulian inilah yang menjadi fondasi kuat Wajo untuk bangkit kembali.
Penulis: Cc@ye










