Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Iklan

Wajo Turunkan Pompa Air, Soppeng Andalkan Listrik Masuk Sawah: Dua Cara Berbeda Hadapi Ancaman Gagal Panen

Kamis, 13 Agustus 2026 | Agustus 13, 2026 WIB | Last Updated 2026-08-14T03:01:30Z

SOPPENG.THEHEADLINE.ID---Musim kemarau panjang menjadi ujian berat bagi para petani di dua wilayah bersaudara, Wajo dan Soppeng. 

Dua pemimpin daerah mengambil langkah berbeda namun memiliki tujuan yang sama, menyelamatkan sawah dan mencegah petani merugi.
 
Di Wajo, Bupati Andi Rosman bergerak cepat mengerahkan bantuan pompa irigasi. 

Upaya nyata ini langsung membuahkan hasil, di mana lebih dari 20 hektare lahan pertanian yang semula kering kerontang kini kembali teraliri air.
 
“Terima kasih atas upaya pemerintah mengatasi kekeringan lahan pertanian kami,” ucap penuh syukur salah satu petani di Wajo, Jumat (14/8/2026).
 
Sementara itu, di Soppeng, pemerintah daerah sebenarnya telah menyiapkan program strategis bernama “Listrik Masuk Sawah” sebagai antisipasi pasokan air saat kemarau. 

Namun sayangnya, harapan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kenyataan di lapangan.

Sejumlah hamparan sawah masih terlihat kering dan sebagian bahkan terpaksa dinyatakan gagal panen.
 
Seorang petani mengaku sekitar 5 hektare lahannya tak terselamatkan. 

Ia hanya bisa berharap uluran tangan pemerintah untuk putaran tanam berikutnya.

“Kalau milik saya ada sekitar 5 hektar, mudah-mudahan nanti ada bantuan bibit untuk panen berikutnya,” harapnya lirih.
 
Kekecewaan serupa dirasakan petani di Kecamatan Liliriaja.

Dengan nada pasrah berbahasa Bugis ia berujar: “Dega wedding yala” (keadaan sungguh sudah tak bisa diubah lagi).
 
Kini menjadi catatan penting, di satu sisi upaya cepat membuahkan hasil, namun di sisi lain harapan petani masih menanti perhatian lebih agar program yang sudah ada benar-benar sampai berfungsi menyelamatkan mereka di tengah ladang.

Penulis: Cc@ye
×
Berita Terbaru Update