Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Iklan

Bekali Petani Memahami Alam, Bupati Andi Rosman Resmi Buka Sekolah Lapang BMKG Wajo 2026

Kamis, 24 September 2026 | September 24, 2026 WIB | Last Updated 2026-09-24T13:16:55Z

WAJO.THEHEADLINE.ID---Di tengah tantangan perubahan cuaca yang makin beragam, Kabupaten Wajo melangkah maju dengan ilmu sebagai tameng. 

Bupati Wajo Andi Rosman secara resmi membuka Sekolah Lapang BMKG Tahun 2026 di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Kamis (24/9/2026).
 
Program ini bukan sekadar pelatihan biasa, ia adalah jembatan yang menghubungkan data ilmiah dengan keseharian para petani, nelayan, dan warga yang hidup bergantung pada alam. 

Sekolah Lapang BMKG hadir untuk membekali masyarakat memahami informasi cuaca, iklim, serta potensi kebencanaan, demi menjaga keselamatan dan memperkuat ketahanan hidup.
 
Kegiatan ini dihadiri Kepala Balai Besar MKG Wilayah IV Dr. Nasrol Adil, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas 1 Wilayah IV Ayu Sudrajat, Anggota DPRD Provinsi Sulsel Sultan Tajang, serta para pejabat BMKG secara daring. 

Turut hadir Dandim 1406 Wajo Letkol Inf Hariyanto, perwakilan Kapolres Wajo AKP Asrudi, Kepala Dinas Pertanian Andi Pameneri, Kepala Dinas Perikanan Andi Cakunu, Kepala BPBD Andi Hasanuddin, para camat, serta ratusan peserta pelatihan dari kalangan petani, nelayan, dan masyarakat luas.
 
Dalam sambutannya, Andi Rosman menegaskan bahwa informasi cuaca dan iklim bukan sekadar berita, ia adalah penentu masa depan pertanian Wajo.
 
"Informasi dari BMKG sangat penting, khususnya bagi petani dalam menentukan waktu tanam, mengantisipasi kekeringan, serta menghadapi perubahan cuaca yang dapat memengaruhi hasil panen." Cetus Andi Rosman.
 
Pertanian adalah urat nadi perekonomian Wajo. 

Maka, menurut Bupati, pengetahuan tentang alam tak boleh hanya dimiliki segelintir orang,  harus sampai ke tangan mereka yang mengolah tanah.
 
"Kita ingin petani tidak hanya menerima informasi, tetapi mampu memahaminya, menggunakannya, dan mengambil keputusan tepat di lapangan. Ini cara kita menjaga produktivitas sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat cuaca." Ungkapnya.
 
Andi Rosman mendorong agar jalinan kerja sama antara Pemkab Wajo, BMKG, para penyuluh pertanian, dan kelompok tani terus diperkuat. 

Agar data yang akurat sampai dengan cepat, dipahami dengan baik, dan menghasilkan langkah yang tepat.
 
Sekolah Lapang BMKG ini mencakup materi tentang cuaca harian, pola iklim, hingga kesiapan menghadapi gempa bumi,  disesuaikan dengan kebutuhan petani, nelayan, dan warga pesisir.
 
"Semoga pelatihan ini membawa manfaat nyata. Semoga setiap ilmu yang dipelajari menjadi bekal berharga, sehingga langkah kita bersama semakin mantap menjaga ketahanan pangan dan keselamatan masyarakat Wajo," harap Andi Rosman.
 
Di Wajo, kita tidak hanya menunggu rahmat alam,  kita juga belajar memahaminya, agar rahmat itu dapat dinikmati dengan bijak dan lestari.

Penulis: Cc@ye
×
Berita Terbaru Update