Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Iklan

Biola, Kebanggaan, dan Pancasila: Suara Muda yang Menggetarkan di Hadapan Presiden

Rabu, 30 September 2026 | September 30, 2026 WIB | Last Updated 2026-10-01T06:46:35Z

JAKARTA.THEHEADLINE.ID---Di tengah kesakralan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, sebuah busur biola menggores nada-nada yang tak sekadar indah  melainkan penuh makna. 

Muhammad Tahfiz bin Al Hamdi, siswa SMK Negeri 2 Cibinong, berdiri tegak di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2026), memainkan alat musik kesayangannya tepat di hadapan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
 
Bagi Tahfiz, momen itu bukan sekadar tampil, ia adalah kebanggaan yang tak terlukiskan.
 
"Rasanya pasti senang sekali, karena kesempatan bermain di depan Bapak Presiden itu hal yang sangat langka. Jarang kita jumpai sehari-hari. Jadi, saya sangat bersyukur sekaligus bangga," ucapnya.
 
Kecintaan Tahfiz pada musik telah berakar sejak usia dini. 

Ia mulai menekuni biola sejak berusia 9 tahun, kesabaran, ketekunan, dan kasih sayang terhadap nada menemani langkahnya tumbuh hingga hari ini, berdiri di panggung bersejarah itu.
 
Dan di momen istimewa inilah, musik dan nilai luhur bangsa menyatu dalam hatinya.
 
"Pancasila itu kebersamaan. Cara kita hidup damai, tenteram, menghormati sesama tanpa membedakan," ungkap Tahfiz.
 
Bagi pemuda ini, memainkan biola di antara keragaman teman-temannya adalah Pancasila yang hidup: satu harmoni lahir dari beragam nada yang bersatu.
 
Tampilan indah itu pun menyisakan harapan tulus. 

Tahfiz berdoa agar setiap pelajar diberi jalan untuk mengembangkan bakat dan minatnya  termasuk di bidang musik. 

Ia percaya, setiap anak memiliki benih keunggulan yang layak tumbuh, diberi ruang, dan didukung agar mekar mengharumkan nama bangsa.
 
Kepada Presiden, ia menyampaikan doa yang sederhana namun dalam:
 
"Saya doakan semoga Pak Presiden Prabowo sehat selalu, tetap semangat memimpin. Semoga Indonesia terus maju. Dan semoga kami para pelajar dapat mengharumkan nama bangsa."Harapnya.
 
Nada biola yang dimainkan Tahfiz telah selesai bergema. 

Namun pesannya tetap berdiri kokoh, Pancasila adalah melodi yang menyatukan kita semua. Berbeda latar, berbeda suara  namun satu irama, satu niat, satu bangsa.
 
Semoga semangat muda seperti Tahfiz terus didengar, didukung, dan diberi kesempatan berkarya. Karena di tangan merekalah masa depan Indonesia  harmonis, beradab, dan bersatu. 

Penulis: Cc@ye
 
×
Berita Terbaru Update