SOPPENG.THEHEADLINE.ID---Menjadi yang terdepan dan teruji, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Soppeng kembali menunjukkan inovasinya.
Kali ini, melalui penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Korps Sukarela (KSR) yang mengimplementasikan kurikulum terbaru tahun 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Markas PMI Kabupaten Soppeng ini dimulai sejak Senin, 27 April dan akan berakhir pada 3 Mei 2026.
Menjadi kebanggaan tersendiri, PMI Soppeng ditunjuk sebagai yang pertama di seluruh wilayah Sulawesi Selatan yang menerapkan sistem pendidikan baru ini.
Salah satu perubahan besar yang diterapkan adalah penggunaan skema 70 jam pelajaran.
Angka ini jauh lebih efisien dibandingkan kurikulum sebelumnya yang mencapai 120 jam.
Namun, jangan salah sangka, Meskipun durasi lebih singkat, bobot materi justru semakin padat, substansial, dan fokus pada efektivitas belajar, baik di kelas maupun praktik lapangan.
Para peserta dibekali dengan berbagai keahlian vital mulai dari teknik pertolongan pertama, kemampuan bertahan hidup (survival), hingga keterampilan lapangan lainnya.
Tujuannya jelas, mencetak relawan yang tangguh, profesional, dan siap diterjunkan dalam situasi apa pun sesuai standar kompetensi nasional.
Sekretaris PMI Kabupaten Soppeng, Drs. M. Evinuddin, MPA., menegaskan bahwa langkah ini adalah strategi jitu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kurikulum ini dirancang agar lebih efektif tanpa mengurangi esensi dan substansi materi. Kami ingin mencetak relawan yang tidak hanya handal secara teknis, tetapi juga memiliki jiwa kemanusiaan yang kuat dan kesiapsiagaan tinggi dalam menghadapi situasi darurat,” jelasnya.
Dengan menjadi percontohan di tingkat provinsi, PMI Soppeng membuktikan komitmennya untuk terus berbenah dan berinovasi.
Diharapkan, melalui Diklatsar ini, lahir generasi relawan KSR yang kompeten, tanggap, dan siap mengabdi sepenuh hati untuk kemanusiaan, baik di daerah maupun di tingkat nasional.
Penulis: Cc@ye


