SOPPENG.THEHEADLINE.ID---Keinginan sederhana untuk hidup layak dan menikmati terangnya lampu listrik di malam hari seolah menjadi mimpi yang sulit terwujud bagi Jumardi.
Warga Dusun Kabaro, Desa Labokong, Kecamatan Donri-Donri, Soppeng ini kembali mengutarakan kekecewaannya lantaran permohonan pemasangan listrik baru atau kWh meter ditolak mentah-mentah.
Dalam bangunan sederhana yang ia tempati bersama keluarga, Jumardi hanya bisa mengandalkan penerangan seadanya.
Padahal, harapannya sangat besar agar rumahnya bisa terang dan nyaman seperti tetangga lainnya.
"Saya mau mendaftar untuk dapat kWh, tapi bilang tidak bisa karena daya katanya rendah," ujar Jumardi dengan nada sedih, Minggu (3/5/2026).
Kepada pemerintah, khususnya Bupati Soppeng, pria ini menyampaikan harapan besar agar permasalahan ini segera mendapat perhatian dan solusi nyata.
"Saya sangat berharap kepada pemerintah agar kami bisa menikmati penerangan seperti tetangga lainnya. Kami butuh cahaya untuk kehidupan keluarga yang lebih layak," harapnya.
Sementara itu, pihak LSM LPKN, Alfret memberikan tanggapan terkait kasus ini, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, alasan "daya tidak memadai" yang sering dilontarkan jangan sampai menjadi alasan kosong untuk menunda pelayanan.
"Ini sering jadi batasan teknis dalam pemasangan kWh baru. Namun, alasan daya tidak memadai bukanlah solusi yang tepat," cetus Alfret.
Ia menegaskan bahwa yang dibutuhkan bukan sekadar penolakan, melainkan tindak lanjut yang serius.
Diperlukan perencanaan untuk peningkatan kapasitas (upgrade), komunikasi yang baik, serta keterlibatan aktif pemerintah daerah.
"PLN atau pihak teknis seharusnya melakukan pemeriksaan lapangan untuk memastikan kapasitas jaringan. Apakah benar daya tidak memadai, atau mungkin sebenarnya hanya perlu ada perbaikan dan perawatan jaringan?" tutupnya.
Hingga saat ini, warga masih menanti kepastian dan uluran tangan dari pihak berwenang agar gelap yang meliputi rumah mereka segera berganti menjadi terang.
Penulis: Cc@ye


