Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Iklan

Warna Budaya dan Semangat Pendidikan, Hardiknas 2026 di Wajo Cetak Rekor Indonesia

Minggu, 03 Mei 2026 | Mei 03, 2026 WIB | Last Updated 2026-05-04T05:18:42Z
WAJO.THEHEADLINE.ID---Semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 terasa begitu hidup dan bermakna di Kabupaten Wajo.

Senin (4/5/2026), Wakil Bupati Wajo dr. Baso Rahmanuddin memimpin upacara peringatan yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.
 
Yang membuat peringatan tahun ini istimewa, upacara tersebut sekaligus mencetak Rekor Indonesia melalui pelaksanaan serentak di 1.000 lokasi di seluruh wilayah Wajo. 

Ribuan peserta, mulai dari guru, siswa, hingga aparat daerah, hadir dengan penuh antusiasme, mengenakan pakaian adat yang indah dan beragam, serta melaksanakan Senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia secara bersama-sama.
 
dr. Baso Rahmanuddin yang tampil mengenakan Pakaian Sipil Resmi (PSR) didampingi oleh unsur Forkopimda, Ketua DPRD, Kajari, Dandim, Kapolres, Ketua Pengadilan, serta Sekretaris Daerah Wajo Armayani.
 
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar seremoni, melainkan momen refleksi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. 

Ia mengajak seluruh pihak untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan Ki Hajar Dewantara, khususnya filosofi Tut Wuri Handayani, demi mencetak generasi yang cerdas, berkarakter kuat, dan berdaya saing tinggi.
 
“Peringatan tahun ini disajikan berbeda dan bermakna. Melalui kegiatan serentak di 1.000 lokasi, kita ingin menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal sekaligus membangun karakter anak bangsa sejak dini,” ujar dr.Baso Rahmanuddin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo, Drs. H. Alamsyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat selaras dengan tema Hardiknas 2026: “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Berkualitas”.
 
“Kita tidak hanya memperingati, tapi juga menciptakan gerakan nyata. Melalui pakaian adat, anak-anak diajarkan menghargai warisan leluhur. Sementara Senam 7 Kebiasaan menanamkan nilai disiplin, kebersihan, gotong royong, dan perilaku positif lainnya,” jelasnya.
 
Peringatan Hardiknas di Wajo tahun ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dan budaya bisa berjalan beriringan, menyatukan hati masyarakat, dan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus berinovasi dalam memajukan dunia pendidikan.

Penulis: Cc@ye
 
 
×
Berita Terbaru Update