SOPPENG.THEHEADLINE.ID---Praktik pembayaran kontrak kerja sama media oleh sejumlah Pemerintah Desa (Pemdes) di Kabupaten Soppeng menuai kritik pedas.
Pasalnya, meski perjanjian kerja sama berjalan hingga berbulan-bulan, namun realisasi pembayarannya dinilai sangat tidak adil dan terkesan meremehkan profesi jurnalistik.
Salah satu perwakilan media di Soppeng mengungkapkan kekesalannya mendalam.
Ia menyoroti ironi di mana waktu dan tenaga yang dikerahkan sangat besar, namun apresiasi yang diberikan justru sangat minim.
"Masanya sudah masuk bulan kelima, tapi yang dibayarkan hanya untuk satu bulan. Mending uang itu digunakan langsung untuk kepentingan masyarakat, daripada menghargai profesi kami dengan nilai yang tidak pantas dan tidak manusiawi," ujarnya dengan nada tinggi, Rabu (6/5/2026).
Kejanggalan ini semakin terlihat jelas dari pola yang dilakukan.
Di awal bulan, pihak desa meminta media untuk mengajukan permohonan dan menyetorkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).
Namun, setelah proses administrasi selesai, pembayaran yang cair ternyata hanya untuk durasi satu bulan saja.
Padahal, pemberitaan dan peliputan yang dilakukan oleh awak media berjalan terus-menerus setiap hari.
"Ini sangat memprihatinkan. Prosesnya berjalan, LPJ diterima, tapi bayarnya cuma sepotong-sepotong atau bahkan hanya sebulan. Ini bukan soal nominal semata, tapi soal harga diri dan penghargaan terhadap profesi," tegasnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa tindakan semacam ini sama saja dengan mencederai martabat wartawan.
Setiap profesi memiliki hak dan kewajiban yang harus dihargai, termasuk hak untuk mendapatkan upah yang layak dan sesuai dengan kesepakatan serta beban kerja yang telah diselesaikan.
"Pemerintah Desa seharusnya memahami arti sebuah profesi. Jangan sampai lembaga desa justru menjadi pelaku yang tidak menghargai kerja keras orang lain," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, masih terdapat ketimpangan pembayaran di mana sebagian desa sudah melunasi kewajibannya, namun sebagian lainnya masih membiarkan hak awak media tergantung tanpa kejelasan.
Penulis: Cc@ye


