SOPPENG.THEHEADLINE.ID---Momen bergengsi yang seharusnya menjadi kebanggaan daerah justru berubah menjadi pertanyaan besar di kalangan masyarakat.
Dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026) lalu, nama Kabupaten Soppeng sama sekali tidak tercatat sebagai penerima penghargaan.
Padahal, acara ini dihadiri oleh para Gubernur, Bupati, dan Wali Kota se-Wilayah Sulawesi yang hadir membawa nama baik daerahnya masing-masing.
Ketiadaan nama Soppeng dalam daftar daerah berprestasi ini memicu beragam tanggapan dari warga.
Banyak yang menilai, pencitraan seolah hanya berhenti di permukaan dan tidak didukung oleh kinerja nyata yang mampu dibanggakan di kancah regional.
Namun, saat saat pembuktian kinerja tiba dan penilaian dilakukan secara objektif oleh pemerintah pusat, daerah ini justru tertinggal jauh dan hanya menjadi penonton saat nama-nama daerah berprestasi disebutkan satu per satu.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam sambutannya secara tegas menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan murni sebagai bentuk apresiasi negara bagi para kepala daerah yang telah menunjukkan kinerja luar biasa dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Ada empat bidang strategis yang menjadi indikator utama penilaian, yaitu penanganan pengangguran, penurunan kemiskinan dan stunting, pengendalian inflasi, serta Creative Financing (pembiayaan inovatif).
"Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada pemerintah daerah yang dinilai berprestasi," Tegas Tito Karnavian.
Kenyataan pahit yang harus diterima Soppeng adalah bahwa di keempat bidang strategis tersebut, kinerja dinilai belum mampu mencerminkan hasil yang memuaskan.
Data dan kinerja di lapangan menunjukkan bahwa Kabupaten Soppeng belum memiliki capaian unggul dalam menekan angka pengangguran, menurunkan tingkat kemiskinan dan prevalensi stunting, mengendalikan laju inflasi daerah, maupun dalam menciptakan inovasi pembiayaan pembangunan yang kreatif dan mandiri.
Salah satu warga Kabupaten Soppeng mengaku sangat terkejut dan tidak menyangka daerahnya sama sekali tidak menyabet penghargaan apa pun.
Ia berharap, momen ini menjadi tamparan keras sekaligus titik balik bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi seluruh kebijakan yang selama ini berjalan.
"Kami sangat berharap ke depannya, Pemerintah Kabupaten Soppeng benar-benar melakukan evaluasi menyeluruh. Fokuslah pada empat bidang yang menjadi penilaian utama Kemendagri itu, karena itu adalah indikator utama kesejahteraan rakyat." ujarnya.
Masyarakat kini menanti langkah konkret dan terobosan baru dari pemerintah daerah, agar di masa mendatang nama Soppeng tidak lagi sekadar hadir sebagai penonton, melainkan ikut naik ke panggung penghargaan sebagai daerah yang benar-benar berprestasi dan membawa dampak nyata bagi warganya.
Penulis: Cc@ye


