Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Iklan

SMPN 1 Watansoppeng Menjadikan Momentum Gerakan Literasi Melalui PAI

Selasa, 14 April 2026 | April 14, 2026 WIB | Last Updated 2026-04-15T05:29:22Z
SOPPENG.THEHEADLINE.ID---Komunitas menulis Pena Anak Indonesia Soppeng (PAI Soppeng) didirikan pada tanggal 14 September 2021. 

Pena Anak Indonesia adalah rumah jiwa di angkasa, wadah berkarya untuk anak-anak negeri yang mencintai literasi membaca dan menulis serta anak-anak yang mencintai dunia tulis menulis. 

Pena Anak Indonesia  adalah panggung karya termegah untuk anak-anak SMP Negeri 1 Watansoppeng. 

Di PAI, mereka belajar, berkarya, dan berprestasi, bersama membumikan literasi ke seluruh pelosok negeri. 

Pena Anak Indonesia SMP Negeri 1 Watansoppeng anggotanya  adalah  putra putri terbaik SMP Negeri 1 Watansoppeng yang sudah berhasil menerbitkan buku karya tulis elegan yang berjudul " Pena Anak Indonesia untuk Bumi Latemmamala. 

Buku tersebut  berisi kumpulan 79 tulisan yang berisi karya sastra seperti  puisi, cerpen, Cermin, Cerbung, tulisan reportase dan artikel sederhana. 

Mereka sangat antusias dalam berkarya. Motto Pena Anak Indonesia adalah " Aku Menulis Aku Mendunia". Pena Anak Indonesia lahir pada masa pandemi. 

Pandemi bisa menghentikan pergerakan fisik anak-anak tapi tidak bisa menghentikan gagasan-gagasan besar mereka. Itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa PAI lahir di saat musim pandemi.

Siswa-siswi yang tergabung dalam Pena Anak Indonesia SMP Negeri 1 Watansoppeng tidak pernah berhenti berkarya dalam sunyi, tetapi gaungnya melewati batas-batas wilayah, kota, bahkan negara. 

Semua anggota Pena Anak Indonesia secara otomatis menjadi Publik Relation atau Humas Literasi Soppeng untuk menyuarakan ke publik /dunia bahwa anak-anak Bumi Latemmamala hebat- hebat semua. 

Mereka berkarya agar tidak hilang dari sejarah dan peradaban. Mereka menulis untuk keabadian. Pena Anak Indonesia SMP Negeri 1 Watansoppeng menutup tahun 2022 dengan menerbitkan karya terbaik ke-2.

Gerakan menulis di “Pena Anak Indonesia” dilakukan dengan tiga pendekatan sederhana dalam berlatih menulis: menulis bebas (free writing), menulis deskripsi (descriptive writing), dan menulis opini (opinion writing).

Melalui pendekatan menulis bebas (free writing), anak dilatih untuk menuliskan  yang terlintas di pikiran, layaknya berbicara dengan seorang teman, dan menulis kata-kata selancar bertutur lisan.

Melalui pendekatan menulis deskripsi (descriptive writing), anak dilatih untuk menggambarkan seseorang, tempat atau benda, sehingga pembaca dapat membayangkan gambaran dari benda, tempat atau benda yang kita sampaikan lewat tulisan.

Dalam pemberian gambaran itu anak mengandalkan panca indra. Anak kita dapat menuliskan apa yang dilihat, didengar, dirasakan dengan mulut, dirasakan dengan indra perasa, misalnya halus dan kasar permukaan benda atau kulit seseorang dan lain sebagainya.

Melalui pendekatan menulis opini (opinion writing), anak dilatih menulis pandangan, pendapat dan pikiran terhadap permasalahan atau pertanyaan yang berdasar pada alasan, data dan fakta yang dapat membenarkan sudut pandangnya. 

Ditinjau dari sistem pengelolaannya dan cara penggunaannya, inovasi ini dapat dengan mudah dikelola  dan digunakan oleh siswa. 

Demikian halnya cara penggunaan pada siswa, semua sudah jelas di panduan yang sudah disediakan dengan lengkap baik secara manual, maupun online. 

Ide inovasi ini dapat dengan mudah diadaptasi di tempat lain atau sekolah lain karena tidak membutuhkan biaya besar dalam pelaksanaannya. 

Inovasi Pena Anak Indonesia sangat mudah untuk diakses oleh anak-anak di semua sekolah karena semua fitur-fiturnya sudah lengkap dan dapat diakses secara online. 

Kita tidak meragukan kemampuan IT anak-anak zaman sekarang karena memang sudah kodrat zaman semuanya sudah dikemas dengan menggunakan teknologi canggih. 

Inovasi literasi membaca dan menulis ini sukses menjadi yang terbaik pada setiap kompetisi inovasi di tingkat daerah yaitu ILA ( Innovative Latemmamala Award) . 

Mulai tahun 2021 sudah memberikan kontribusi yang signifikan pada daerah, dengan keaktifannya mengikuti setiap lomba/kompetisi inovasi yang dilaksanakan baik tingkat provinsi maupun di tingkat nasional (IGA,KIPPNAS,KIPP Sulsel, Sinovik). 

Pada tahun 2024, bersama dengan inovasi daerah lainnya berhasil mengantarkan kabupaten Soppeng menjadi Kabupaten Sangat Inovatif.


Tahun 2024 tersebut berdasarkan penilaian mandiri dari hasil penginputan 36 inovasi kabupaten Soppeng mendapatkan 77 poin. 

Hasil validasi BKSDN kemendagri Soppeng ternyata turun menjadi 64,54 poin dan masih masuk kategori Sangat Inovatif rangking ke-49 dari 514 kabupaten se Indonesia dan mendapat undangan untuk mengikuti penganugerahan di Jakarta yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Soppeng, Ir. H. Lutfi Halide, Msi.

Di samping tercatat sebagai inovasi daerah kabupaten Soppeng yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati Soppeng, inovasi PAI Soppeng khususnya untuk kegiatan lomba inovasi di bidang pendidikan, prestasinya juga bukan kaleng-kaleng. Tercatat pernah mewakili kabupaten Soppeng pada Lomba Komunitas Belajar dalam Sekolah dan menjadi nominator yang diperhitungkan. 

Pada tahun 2025 juga menjadi nominator pada kegiatan Hari Guru Nasional. Meskipun hanya sampai tahap wawancara, tetapi hal itu sudah menjadi bukti eksistensi PAI Soppeng yang tidak diragukan lagi dan setiap tahun penulis selalu menerima penghargaan pada setiap momen spesial seperti Hari Guru Nasional, dan lainnya.

PAI Soppeng bukan hanya memberikan kontribusi pada setiap kompetisi inovasi, tapi juga berpartisipasi aktif pada kegiatan di bidang pendidikan seperti mengikuti pameran-pameran inovasi pembelajaran seperti di Makassar, Bulukumba, dan di Kabupaten Soppeng sendiri. 

Kepala Sekolah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Watansoppeng Supriyadi Usman.S.Pd.M.Pd menyebut bahwa kegiatan PAI Soppeng mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari berbagai pihak atas semua karya-karya literasinya yang menginspirasi.

Karya literasi anak yang menjadi kebanggaan daerah sampai ke tingkat nasional. 

Lanjutnya bahwa Tidak mudah menggerakkan anak-anak untuk mencintai dunia tulis menulis. namun semangat untuk bergerak tak pernah henti. 

Memang mereka kadang jenuh, bosan, tidak bergairah untuk berkarya, tapi semua itu membutuhkan kesabaran ekstra sampai mood mereka benar-benar stabil untuk menghasilkan karya literasi yang berkualitas. 

Mereka tidak perlu terlalu dipaksa. Mereka butuh ruang jeda sampai inspirasi itu muncul dengan ide-ide cemerlang. 

" Saya sangat bangga dengan karya-karya yang mereka hasilkan. Ide-ide murni yang berasal dari buah pikir mereka, isi kepala mereka, sungguh di luar nalar kita orang dewasa. Bahasa, diksi, yang mereka gunakan dalam karya-karya puisi, cerpen, cerita-cerita inspiratif yang dipublikasikan di website Pena Anak Indonesia merupakan karya asli, bebas dari plagiarisme, cerita-cerita keseharian di rumah, sekolah, cerita persahabatan, asmara muda-mudi dikupas secara lugas dan polos dengan bumbu yang begitu menarik sehingga para pembaca dibuat terkesima," Imbuh Supriyadi Usman,S.Pd.M.Pd.

Penulis: Cc@ye.Smpn 1 Watansoppeng
×
Berita Terbaru Update